Briefing pelaksanaan operasi Sar terhadap kapal kayu cinta damai 05 yang dikabarkan mengalami kebocoran dan tenggelam akibat cuara buruk di perairan pulau Rani, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua.

Biak-Kapal kayu Cinta Damai 05 dikabarkan mengalami kebocoran dan tenggelam akibat cuara buruk di perairan pulau Rani, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, ketika berlayar dari Biak tujuan Numfor pada Kamis (5/12) sekitar pukul 03.00 dini hari. Kapal tersebut membawa lima orang awak kapal dan tiga orang penumpang serta barang muatannya lainnya.

Setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut, pukul 08.00 WIT Tim Rescue Kantor SAR Biak menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR Wibisana 243 untuk melakukan pencarian. “Kami sudah menggerakkan tim terdiri dari crew dan kapal wibisana, satu perahu karet, serta 20 orang rescuer untuk melakukan pencarian terhadap kapal tersebut”, ujar Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, S.T., M.M.

Saat Tim Rescue dalam perjalanan menuju lokasi kejadian, Kapal Sabuk Nusantara 63 yang berangkat dari pelabuhan Korido menuju pelabuhan Numfor dan mengetahui tentang insiden tersebut melakukan pengamatan di sekitar area perairan selat Aruri pukul 09.30 WIT. Alhasil, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan mengambang di laut menggunakan lifejacket (jaket pelampung) pada koordinat 00°58'43.3"S - 135°21'47.9"E sekitar sembilan mil dari daratan pulau Rani. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Numfor menggunakan kapal Sabuk Nusantara 63.

“Alhamdulillah, semua korban sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Tim kami yang berangkat dengan kapal SAR juga sudah kembali ke dermaga BMJ setelah memastikan seluruh korban telah dievakuasi ke Numfor dengan selamat”, ungkap Kundori.

Dengan ditemukannya korban kecelakaan laut maka seluruh rangkaian pelaksanaan operasi SAR terhadap Kapal Kayu Cinta Damai 05 dinyatakan selesai dan ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Hms4_